SIX SIGMA
Six sigma adalah strategi, disiplin ilmu, dan alat-alat
untuk mencapai dan mendukung kesuksesan bisnis. Six sigma terfokus pada
peningkatan kepuasan pelangaan, disebut ilmu karena mengikuti model formal,
yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan alat karena
digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto (pareto Chart)
dan Histogram.
Kelebihan dari Six Sigma ialah:
a. Six Sigma dapat
diterapkan di bidang usaha apa aja mulai dari rencana strategi sampai operasional hingga pelayanan
pelanggan dilakukan secara maksimal
b. Six Sigma sangat
berpotensi dalam bidang jasa atau non manufaktur, misalnya seperti bidang
manajemen, keuangan, pelayanan pelanggan, pemasaran, teknologi informasi dan
sebagainya.
c. Dengan Six Sigma dapat lebih memahami sistem dan dapat
memonitor dimana letak kesalahannya.
d. Six Sigma sifatnya tidak statis. Bila kebutuhan pelanggan
berubah, kinerja sigma juga akan berubah.
Selain itu, Six Sigma juga memiliki keuntungan dalam :
1.Pengurangan biaya
2.Perbaikan produktivitas
3.Pengurangan cacat
4.Pengembangan produk / jasa
Kekurangan dari Six Sigma ialah:
a. Dalam perencanaannya perlu waktu yang cukup
b. Perlunya ketekunan dalam menjalankan strategi ini karena
demi mendapatkan suatu produk yang baik harus dilakukan pemantauan secara
teratur
c. Perlu orang-orang yang memang terlatih dan memiliki
pengetahuan tinggi karena tuntutan untuk terus mengurangi produk cacat
TOTAL QUALITY MANAGEMENT
Total Quality Management merupakan suatu pendekatan yang
berorientasi pada pelanggan dengan memperkenalkan perubahan manajemen secara
sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk, dan pelayanan
suatu organisasi. Proses Total Quality Management bermula dari pelanggan dan
berakhir pada pelanggan pula.
Kelebihan dari Total Quality Management ialah:
a. TQM tidak mempercayakan semata-mata pada perintah atasan
yang memerintah, jaringan dikembangkan
secara multi-channel dan interaktip melalui suatu organisasi. Oleh karena
itu, TQM adalah
penting untuk menetapkan
mata rantai kerjasama
di dalam organisasi. Transformational Perubahan
terjadi hanya ketika
isu yang sulit, seperti anggaran, pabrikasi,
pemasaran, distribusi dan seterusnya dicampur dengan isu yang sederhana
seperti nilai-nilai, kultur,
visi, gaya kepemimpinan,
perilaku inovatif dan seterusnya.
b. Penerapan TQM merupakan suatu konsep yang menjawab semua
kebutuhan masyarakat saat ini. Sehingga anatara keinginan dan kebutuhan
masyarakat dapat terpenuhi oleh konsep ini.
c. Penerapan TQM merupakan konsep yang mengajak seluruh
elemen masyarakat dan pemerintah untuk membangun bersama mutu pendidikan yang
lebih maju dan sinergis. Sehingga, dengan adanya pemberdayaan seluruh komponen
yang ada di Indonesia ini maka pendidikan yang bermutu tinggi bukan hanya
sekedar impian akan tetapi kenyataan yang akan dibangun bersama.
Kekurangan dari Total Quality Management ialah:
a. Kualitas sering merupakan aktivitas sampingan, terpisah
dari isu kunci dari strategi usaha dan kinerja.
b. Pada banyak organisasi, kualitas dirasakan bersifat
temporer dan apabila pemimpin yang memprakarsainya meninggalkan perusahaan,
kualitas kemudian diabaikan.
c. Kebingungan terhadap TQM berasal dari kata kualitas itu
sendiri.kata kualitas mempunyai banyak arti, tergantung dari bagaimana kita
memandangnya.
d. Banyak perusahaan yang membuat kualitas lebih kabur atau
tida jelas dengan menetapkan tujuan yang tampak positif tanpa memilki cara
untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.
e. TQM merupakan aktivitas yang bersifat hanya di dalam
departemen-departemen di banyak perusahaan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar