Rabu, 16 Maret 2016

KEPRIBADIAN BUDAYA TIMUR



TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
“KEPRIBADIAN BUDAYA TIMUR”









KATA PENGANTAR


   Assalamu'alaikum.wr.wb
     
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini dengan tepat waktu untuk menyelesaikannya yaitu makalah Ilmu Sosial Dasar yang berjudul “KEPRIBADIAN BUDAYA TIMUR
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang budaya timur
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

   Wassalamu'alaikum wr.wb.


  Terimakasih.

                                                                     Jakarta, 16 Maret 2016




                                                                         Devi Firnanda Slati



                                                       BAB 1
                                               PENDAHULUAN


Latar Belakang
 

        Kepribadian bangsa timur identik menjunjung nilai kesopanan yang lebih tinggi dibanding budaya barat. Selain itu, kepribadian bangsa timur khususnya Indonesia juga lebih terbuka dan ramah tamah serta lebih bersahabat. Bangsa timur juga amat peduli dengan orang lain hal ini dibuktikan dengan adanya sikap saling tolong menolong dengan sesama dan bergotong royong. Dan kebanyakan masyarakatnya lebih agamis.
Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di zaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau yang bertentangan dengan kebiasaan / adat istiadat orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.

        Secara garis besar kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dll.
Tujuan

         Untuk mengetahui apa arti dari kepribadian bangsa timur , agar kita tidak hanya tau bangsa timur tidak mempengaruhi untuk bangsa Indonesia tapi mengetahui makna dan semuanya yang ada pada bansag itu. Karena di Indonesia ini banyak sekali suku bangsa yang ada.

                                                      BAB 2
                                                PEMBAHASAN


KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

         Kepribadian bangsa timur sangat berbeda dengan kepribadian bangsa barat, jelas dari wilayahnya pun sangat berbeda, lingkungan, dan gaya hidupnya. terutama dalam “kepribadian setiap bangsa”, seperti bangsa barat dan timur dari kepribadian,kebydayaan dan kebiasaan pun berbeda. menjelaskan tentang kepribadian bangsa timur,sudah jelas kita semua tau bangsa timur identik dengan benua Asia. yang penduduknya sebagian besar berambut hitam dan berkulit sawo matang, dan sebagian pula berkulit putih dan bermata sipit. beda dengan bangsa barat yang pasti kita tau yang merambut pirang dan berkulit putih.

         Bangsa timur ialah bangsa yang dikenal sangat baik dan ramah. mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan saling tolong menolong. bangsa barat saat berkunjung ke wilayah negara timur, mereka pasti selalu berpendapat bahwa orang-orang timur itu baik dan ramah. bangsa timur dalam berpakaian pun tergolong sopan. mereka pun sangat melestarikan budaya masing-masing dan mempunyai adat istiadat yang di junjung tinggi.


PERMASALAHAN

         Sudah banyak warga negara asing yang menjadi warga negara Indonesia karena alasan keramahan bangsa Indonesia. 

        Tak hanya itu, masih banyak lagi orang-orang dari negara lain yang mencoba merasakan kehangatan di Indonesia meski tak sedikit juga orang Indonesia yang berada di negara lain. Tapi seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia patut merasa bangga menjadi rakyat dari negara yang terkenal dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” meski banyak budaya dan satu sama lain berbeda, bangsa Indonesia sudah cukup membuktikan dengan tetap bersatunya dalam kehangatan dan keramahan rakyatnya.

MENURUT FRANCIS L.K.HSU

        Menurut Francais L. K. Hsu, ia menggambarkan kepribadian manusia berada pada daerah lingkaran nomor 3, yaitu hubungan berdasarkan cinta dan kemesraan dan juga rasa untuk bisa berbakti penuh dan mutlak. Yang merupakan suatu kebutuhan fundamental dalam hidup manusia, tanpa adanya tokoh-tokoh, benda-benda kesayangan, tanpa Tuhan, tanpa ide dalam alam jiwanya, hidup kerohanian manusia tidak akan bisa seimbang dan selaras.
Lingkara nomor 3, disebut lingkaran hubungan karib. Mengandung konsepsi mengenai orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang diajak bergaul secara mesra ataupun karib.
         Ia juga telah mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa mannusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
Menurut konsep Jen, menyatakan bahwa :
1. Kebudayaan Timur yakni lebih mementingkan kehidupan rohani, mistik, gotong royong, keramah tamahan dll.
2. Kebudayaan Barat yakni lebih mementingkan kebendaan, pikiran logis, asa guna dan indiividualisme.
Orang-orang timur mempunyai manner yang khas yang membedakannya dengan bangsa lain. Bangsa timur sangat terkenal dengan keramahtamahannya terhadap orang lain bahkan orang asing sekalipun. Bagaimana mereka saling memberikan salam, tersenyum atau berbasa basi menawarkan makanan atau minuman. Bangsa timur juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai atau norma norma yang tumbuh di lingkungan masyarakat mereka.
Bangsa lain juga sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualis, dan saling menghargai serta tolong menolong satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu bangsa timur sangat menjaga tali silaturahmi atau kekeluargaan antar sesama. Bangsa timur juga terkenal mempunyai pribadi sebagai bangsa pekerja keras, mereka akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan individu mereka atau kebutuhan kelompok. Tingkat keagamaan atau religiusitas mereka juga tinggi, terlihat dari seringnya mereka melakukan ibadah. kepercayaan bangsa timur terhadap nenek moyang mereka juga masih kental hingga saat ini. bangsa timur juga terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan bangsanya. Kebudayaan itulah yang mereka jadikan sebagai panutan mereka dalam berperilaku.
Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita yang mulai menghilang sedikit demi sedikit.Hal ini sangatlah berkaitan erat dngan masuknya budaya-budaya ke dalam budaya kita.Sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian.Dulunya dalam budaya kita sangatlah mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup.Akan tetapi akaibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah.Sekarang berpakaian yang menbuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita.Sebagai contoh lain jenis-jenis makanan yang kita konsumsi juga mulai terpengaruh budaya luar.Masyarakat sekarang lebih memilih makanan-makanan yang berasal dari luar seperti KFC,steak,burger,dan lain-lain.Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut higinis,modern,dan praktis.Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu keseharian dalam kehidupan kita.Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai jenis makanan tradisional.Bila hai ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan bahwa anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka.
Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.

  Perbandingan Budaya Barat Dengan Budaya Timur Budaya Barat



           Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu pengtahuan dan filsafat. Mereka melakukan berbagai macam cara diskusi dan debat untuk menemukan atau menentukan makna seperti apa yang sebenarnyamurni /asli dari kesadaran. Mereka banyak belajar dan juga mengajar yang awalnya datang dari proses diskusi dan perdebatan yang mereka lakukan. Melalui proses belajar dan mengajar, para ahli kebudayaan barat dituntut untuk pandai dalam berceramah dan berdiskusi. Hal itu dilakukan karena pada akhirnya akan banyak yang mengikuti ajarannya.

Budaya Timur
              Kebudayaan Timur adalah kebudayaan yang cara pembinaan dalam diri seseorang melalui kesadarannya dengan cara aturan-aturan yang bertujuan baik untuk dirinya masing-masing. Contohnya Aturan menjaga pola makan dan minum atau makanan dan minuman apa  saja yang boleh dikonsumsi. Karena hal itu dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan kesehatan jasmaninya. Selain itu juga ada untuk melatih mental masing-masing orang dengan cara beribadah menurut kepercayaannya masing-masing yang itu juga berguna untuk menjaga ketenangan diri setiap manusianya.
Perbedaan Budaya Barat Dengan Budaya Timur 
Berbicara tentang perbedaan budaya barat dan timur, maka perlu dipandang dari beragam aspek mulai dari adat istiadat, gaya hidup, cara berpakaian, makanan, cara berpikir, teknologi, transportasi, sopan santun dan sebagainya. Baik budaya barat atau timur, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.
Gaya Berpakaian: 
   Kebanyakan orang dari budaya timur senang menggunakan pakaian yang tertutup dan sopan. Sedangkan budaya barat cenderung senang menggunakan pakaian yang berstylis dan bebas,bebas dalam arti pakaian yang terbuka maupun yang tertutup.
Waktu:
   Orang-orang dari budaya barat sangat menghargai waktu,karena bagi mereka waktu itu penting maka dari itu mereka selalu menghargai waktu dan selalu tepat waktu. Sedangkan budaya timur tipekal orang yang jarang menghargai waktu,contohnya saja dalam hal membuat perjanjian biasanya mereka hadir tidak sesuai waktu yang dijanjikan(telat).
Kebersamaan:
   Orang-orang dari budaya timur terkenal dengan kebersamaannya antar sesama contohnya suka bergotong royong,saling membantu,ramah,dll. Sedangkan orang-orang budaya barat lebih kearah individualisme. Mereka mementingkan dirinya sendiri tanpa mementingkan orang lain.
Opini/Pendapat:
  Orang Timur cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya/tujuannya tidak serumit yang dimaksud. Sangat berbeda dengan orang Barat, mereka langsung ke pokok masalah dan mereka nggak biasa basa-basi.
Pergaulan Bebas:
   Budaya barat terkenal akan kebebasannya,bahkan seks bebas bukanlah sesuatu hal yang tabu, sedangkan budaya timur pergaulan bebas adalah hal yang tabu, karena dapat merusak moral dan tidak sesuai dengan adat istiadatnya.
Teknologi:
   Budaya Barat terkenal akan teknologinya yang sangat canggih dan moern yang  lebih maju dari pada teknologi yang ada di budaya timur.
Terhadap Sesuatu Yang Baru:
   Orang-orang budaya timur cenderung bertipe orang yang tidak pernah puas dengan apa yang dia miliki,sepertinya akan barang baru seperti gadget atau handphone,makanya tidak heran orang indonesia sangat konsumtif untuk barang yang satu itu. Sedangkan orang barat hanya sekedar tahu aja jika ada barang baru atau sebagaimacamnya itu.

KESIMPULAN

         Kepribadian bangsa timur identik menjunjung nilai kesopanan yang lebih tinggi dibanding budaya barat. Selain itu, kepribadian bangsa timur khususnya Indonesia juga lebih terbuka dan ramah tamah serta lebih bersahabat. Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Sudah banyak warga negara asing yang menjadi warga negara Indonesia karena alasan keramahan bangsa Indonesia.  Lalu dari beberapa perbedaan diatas, hal ini membuktikan budaya timur maupun barat memang saling berbeda satu dengan yang lain. Tetapi keduanya sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan. Budaya barat unggul dalam hal teknologi dan kemajuannya. Sedangkan Budaya timur unggul dalam hal moral, adatistiadat, dan sopan santun.
          Perbedaan dari dua kebudayaannya ini janganlah jadi pembeda antara masyarakat yang menganut salah satunya. Kita seharusnya saling menghargai akan perbedaan itu dan kita bisa mengambil nilai-nilai positif yang ada di kedua budayaan tersebut untuk kita menjadi lebih baik sebagai masyarakat dunia.


DAFTAR PUSTAKA
http://rika7damayanti.blogspot.com/2012/03/kepribadian-bangsa-timur.html
http://ichsanxcel.blogspot.com/2011/04/kepribadian-bangsa-timur.html
http://alhada-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-45448-Makalah-Perbedaan%20Kebudayaan%20Barat%20dan%20Kebudayaan%20Timur.html
http://ryanzzeka.wordpress.com/2014/06/18/perbedaan-budaya-barat-dan-timur/
12






Minggu, 14 Februari 2016

ANALISIS DAMPAK KEMISKINAN TERHADAP PERILAKU SOSIAL



TUGAS ILMU SOSIAL DASAR
ANALISIS DAMPAK KEMISKINAN TERHADAP PERILAKU SOSIAL









KATA PENGANTAR


   Assalamu'alaikum.wr.wb
     
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini dengan tepat waktu untuk menyelesaikannya yaitu makalah Ilmu Sosial Dasar yang berjudul “ANALISIS DAMPAK KEMISKINAN TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Dampak Kemiskinan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

   Wassalamu'alaikum wr.wb.


  Terimakasih.

                                                                     Jakarta, 28 Januari 2016




                                                                         Devi Firnanda Slati









                                                BAB I
                                                PENDAHULUAN


1.1       LATAR BELAKANG

Latar Belakang Penelitian Keadaan Perekonomian dewasa ini sangat memprihatinkan. Yang kita ketahui khususnya di Indonesia kini terdapat berbagai permasalahan yang menyangkut mengenai kehidupan bermasyarakat, antara lain masalah kemiskinan, masalah pengangguran, masalah lingkungan hidup, dll. Permasalahan tersebut timbul akibat semakin meningkatnya keadaan ekonomi yang tidak disesuaikan dengan kondisi masyarakat khususnya masyarakat menengah kebawah.

Di Indonesia sendiri khususnya ibu kota Jakarta, kemiskinan merupakan suatu masalah besar dimana Kemiskinan sesungguhnya telah menjadi masalah dunia sejak berabad-abad lalu. Namun, realitasnya, hingga kini kemiskinan masih menjadi bagian dari persoalan terberat dan paling krusial di dunia ini. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan, antara lain kemiskinan bisa dikatakan sebagai kekurangan materi seperti kebuthan sehari-hari, sandang, pangan, papan maupun sedikitnya lapangan pekerjaan yang menyebabkan pengangguran yang berpengaruh terhadap kemiskinan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk menulis mengenai Masalah Kemiskinan yang terjadi di Indonesia khususnya Ibu kota Jakarta. 

1.2       RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka rumusan masalahnya adalah:

1. Bagaimana kondisi kemiskinan di dunia terutama di Indonesia?

2. Faktor apa yang menyebabkan kemiskinan?

3. Bagaimana cara menanggulangi masalah kemiskinan? 

1.3 PENGERTIAN KEMISKINAN

Secara harfiah, kemiskinan berasal dari kata dasar miskin yang artinya tidak berharta-benda (Poerwadarminta, 1976). Dalam pengertian yang lebih luas, kemiskinan dapat dikonotasikan sebagai suatu kondisi ketidakmampuan baik secara individu, keluarga, maupun kelompok sehingga kondisi ini rentan terhadap timbulnya permasalahan sosial yang lain.
Kemiskinan juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari atau bisa dikatakan dengan suatu kondisi serba kekurangan dalam arti minimnya materi yang dimana mereka ini tidak dapat menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern. 
Kemiskinan dipandang sebagai kondisi seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya secara layak untuk menempuh dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Dengan demikian, kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan pemenuhan hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang, dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. 
Dari indikator ekonomi secara teoritis dapat dihitung dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran. Sementara ini yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) untuk menarik garis kemiskinan adalah pendekatan pengeluaran 
Seperti ditulis Dr. Humam Hamid tentang Pemanasan Global dan Kemiskinan Lokal (Serambi, 23/05/2009), yang membahas dua katagori kemiskinan, yaitu : 
1. Kemiskinan “sementara” . 
Kemiskinan ini terkait dengan ketidak adilan seperti upah yang tak sebanding dengan dengan apa yg telah dikerjakan serta sering terjadinya ekploitasi., penreusakan lingkungan sehingga membuat banyak orang
Modal alam untuk memenuhi kehidupanya, termasuk pemungutan yang sangat memberatkan dan memeras rakyat. 
2. Kemiskinan “kronis”. 
kemiskinan ini terjadi karena factor-faktor biologis, psikologis, dan social ( sikap malas, kurang trampil dan kurang nya kemampuan dalam segala hal, lemah fisik, dll.). 












                                            BAB II
                                     PEMBAHASAN

 

2.1  Kondisi Kemiskinan di Lingkungan 

Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang, pangan, dan papan. Akan tetapi, kemiskinan juga berarti akses yang rendah dalam sumber daya dan aset produktif untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan hidup, antara lain: ilmu pengetahuan, informasi, teknologi, dan modal.
Dari berbagai sudut pandang tentang pengertian kemiskinan, pada dasarnya bentuk kemiskinan dapat dikelompokkan menjadi tiga pengertian, yaitu:
- Kemiskinan Absolut. Seseorang dikategorikan termasuk ke dalam golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, yaitu: pangan, sandang, kesehatan, papan, dan pendidikan. 
- Kemiskinan Relatif. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan tetapi masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. 
- Kemiskinan Kultural. Kemiskinan ini berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya. 
Keluarga miskin adalah pelaku yang berperan sepenuhnya untuk menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya, dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. Ada tiga potensi yang perlu diamati dari keluarga miskin yaitu: 
- Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar, contohnya dapat dilihat dari aspek pengeluaran keluarga, kemampuan menjangkau tingkat pendidikan dasar formal yang ditamatkan, dan kemampuan menjangkau perlindungan dasar. 
- Kemampuan dalam melakukan peran sosial akan dilihat dari kegiatan utama dalam mencari nafkah, peran dalam bidang pendidikan, peran dalam bidang perlindungan, dan peran dalam bidang kemasyarakatan. 
- Kemampuan dalam menghadapi permasalahan dapat dilihat dari upaya yang dilakukan sebuah keluarga untuk menghindar dan mempertahankan diri dari tekanan ekonomi dan non ekonomi. 
Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya. Pemecahan masalah kemiskinan memerlukan langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

2.2 Faktor Penyebab Kemiskinan

Beberapa faktor penyebab terjadinya kemiskinan adalah : 
- Faktor individual yaitu disebabkan oleh orang itu sendiri seperti kemalasan, kebodohan, dll. 
- Faktor stuktural ini begitu besar mengambil peran dalam penciptaan kemiskinan, karena meliputi semua orang yang ada di dalamnya. 
Faktor ini berada di luar diri individu sehingga dalam banyak hal tidak bisa dikendalikan oleh individu tersebut, tetapi sangat mempengaruhi individu tersebut. 
Dan adapula dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yaitu: 
- Kemiskinan alamiah yaitu Kemiskinan yang terjadi akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah, dan bencana alam. 
- Kemiskinan buatan yaitu Kemiskinan yang terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia hingga mereka tetap miskin. 
Bila kedua faktor penyebab kemiskinan tersebut dihubungkan dengan masalah mutu pangan, kesehatan, dan pendidikan maka dapat disimpulkan beberapa faktor penyebab kemiskinan antara lain: 
- Kurang tersedianya sarana yang dapat dipakai keluarga miskin secara layak misalnya puskesmas, sekolah, tanah yang dapat dikelola untuk bertani. 
- Kurangnya dukungan pemerintah sehingga keluarga miskin tidak dapat menjalani dan mendapatkan haknya atas pendidikan dan kesehatan yang layak dikarenakan biaya yang tinggi 
- Rendahnya minat masyarakat miskin untuk berjuang mencapai haknya karena mereka kurang mendapat pengetahuan mengenai pentingnya memliki pendidikan tinggi dan kesehatan yang baik. 
- Kurangnya dukungan pemerintah dalam memberikan keahlian agar masyarakat miskin dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan yang layak. Wilayah Indonesia yang sangat luas sehingga sulit bagi pemerintah untuk menjangkau seluruh wilayah dengan perhatian yang sama. Hal ini menyebabkan terjadi perbedaan masalah kesehatan, mutu pangan dan pendidikan antara wilayah perkotaan dengan wilayah yang tertinggal jauh dari perkotaan. 

Di bawah ini ada pula beberapa penyebab kemiskinan menurut pendapat Karimah Kuraiyyim. Yang antara lain adalah: 
a. Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global.
b. Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
c. Biaya kehidupan yang tinggi.
d. Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata. 

Selain faktor-faktor diatas, terdapat pula beberapa penyebab utama dari timbulnya kemiskinan Penyebab utama dari timbulnya kemiskinan ini adalah : 
1. Terbatasnya Kecukupan dan Mutu Pangan 
2. Kurangnya pengawasan serta perlindungan terhadap asset usaha. 
3. Kurangnya penyesuaian terhadap gaji upah yang tidak sesuai dengan pekerjaan   yang dilakukan seseorang. 
4. Memburuknya kondisi lingkungan hidup dan sumber daya alam. 
5. Besarnya beban kependudukan yang disebabkan oleh besarnya tanggungan keluarga. 
6. Terbatasnya dan Rendahnya Mutu Layanan Kesehatan 
7.Tingkat pendidikan yang rendah
8. Produktivitas tenaga kerja rendah
9. tingkat upah yang rencah
10. distribusi pendapatan yang timpang
11. kesempatan kerja yang kurang
12. kualitas sumberdaya alam masih rendah
13. penggunaan teknologi masih kurang
14. etos kerja dan motivasi pekerja yang rendah
9. kultur/budaya (tradisi)
10. politik yang belum stabil











BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan : 

          Kesimpulannya adalah ternyata pada saat ini masalah terbesar yang ada di negara kita masih di dalam ruang lingkup ekonomi yaitu kemiskinan yang perlu benar-benar diperhatikan oleh pemerintah saat ini. Yaitu bagaimana cara memberantas ataupun juga mengurangi jumlah masyarakat-masyarakat miskin. Yang mungkin bisa dilakukan adalah pemerataan dalam aspek bidang ekonomi, perdagangan, serta pendidikan supaya pada nantinya masyarakat kita bukan hanya bekerja dalam memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga membuat lapangan kerja baru bagi masyarakat lainnya. 

3.2 Saran : 

Perlulah pemerintah serius dalam penanganan masalah kemiskinan ini, jangan hanya mementingkan kepentingan pihak-pihak pemerintahan. Ada baiknya mementingkan kepentingan rakyat diatas kepentingan mereka. Karena seiring dengan berkurangnya kemiskinan dapat membantu meningkatkan pembangunan sebuah negara. Dan bagi masyarakat dukunglah sebaik-baiknya pemerintahan kita dalam memberantas kemiskinan ini, dan bagi kita mulailah peka terhadap lingkungan sekitar kita apabila masih ada saudara kita yang masih mengalami masalah kemiskinan ini, ada baiknya dibantu semampu kita. 



DAFTAR PUSTAKA

http://sesukakuu.blogspot.co.id/2014/03/makalah-masalah-kemiskinan.html